wapres-ekosistem-syariah-harus-berbasis-digital-dan-kearifan-lokal-1

Wapres: Ekosistem syariah harus berbasis digital dan kearifan lokal

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pengembangan ekosistem syariah harus berbasis di teknologi digital dan mendahulukan kearifan lokal di bervariasi daerah.

“Perlu ada terobosan pengembangan ekosistem syariah berbasis digital yang terintegrasi dan diselaraskan dengan kearifan lokal, ” kata Wapres Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Silaturahmi dengan Bangsa Ekonomi Syariah (MES) dalam Gedung The Tower Jakarta, Jumat.

Implementasi kearifan lokal tersebut, sendat Wapres, perlu dilakukan karena kondisi perekonomian dan sosial masyarakat di setiap daerah berbeda-beda.

Wapres juga mengingatkan MES untuk memberikan pendampingan dan petunjuk kepada pondok pesantren, jadi para santrinya dapat menjelma terampil berwirausaha selain pula pintar mengaji.

“Pesantren ini tentu masih memerlukan pendampingan termasuk penyediaan bagi para santri, jadi terbentuk lebih banyak santripreneur. Disebutnya namanya itu Gus Iwan, santri bagus, berpengetahuan mengaji dan usahawan, ” jelasnya.

Secara pendampingan tersebut, maka pemberdayaan ekonomi tidak hanya bermanfaat bagi para santri, mengecualikan juga bermanfaat bagi umum yang tinggal di sekitar pondok pesantren.

Oleh karena itu, cara inklusi dan edukasi keuangan syariah berbasis pesantren harus diakselerasi dengan melibatkan kontribusi aktif seluruh pihak, katanya.

Wapres serupa berpesan agar kolaborasi serta inovasi yang telah dilakukan dapat berkembang, sehingga sumbangan ekonomi dan keuangan syariah pada pemulihan ekonomi nasional dapat terwujud.

“Mari bersama-sama kita mengupayakan inovasi dan kolaborasi dengan nyata, demi mewujudkan visi ekonomi dan keuangan syariah yang semakin memajukan serta menyejahterakan masyarakat Indonesia, ” ujar Wapres.

Baca selalu: Wapres: Sertifikat halal istimewa hasilkan nilai tambah produk
Baca juga: Wapres harap kerja sama MES-BUMN diperluas, bangun ekonomi pesantren

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021