Pencairan-Dana-Program-Keluarga-Harapan-Banyumas-04112020-IZ-3

Sri Mulyani: Program PEN beri sandaran luar biasa bagi masyarakat

Itu berarti bagus. Artinya sandaran sosial membantu masyarakat paling miskin sehingga mereka tidak menjadi bertambah buruk

Jakarta (ANTARA) berantakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan penyaluran berbagai sandaran pemerintah melalui Program Perlindungan Baik dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mampu menyelamatkan 3, 43 juta orang keluar sebab kemiskinan.

“Program-program yang dilakukan pemerintah cukup memberikan bantuan dengan luar biasa bagi masyarakat, ” sebutan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani menuturkan beragam bantuan pemerintah meliputi Agenda Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Sembako Jabodetabek untuk satu, 9 juta KPM, dan Tumpuan Tunai peserta Sembako non-PKH kepada 9 juta KPM.

Kemudian bantuan upah karyawan pada 12, 4 juta orang, BLT Dana Desa untuk 8 juta penerima, Kartu Sembako 19, 4 juta KPM, Bansos Tunai Non Jabodetabek kepada 9, 2 juta KPM, dan bantuan beras pengikut PKH kepada 10 juta KPM.

Mengaji juga: Kemenkeu sebut 3, 43 juta orang selamat dari kekurangan berkat PEN

Sekaligus yang terbaru merupakan subsidi upah untuk guru honorer yang mencapai 2, 4 juta orang di bawah Kemendikbud serta Kemenag serta Program Kartu Prakerja untuk 5, 6 juta orang.

Menurutnya, berbagai tumpuan itu telah mampu mendorong level konsumsi masyarakat menengah ke lembah yang sempat mengalami tekanan luar biasa akibat dampak pandemi.

Untuk 10 persen umum termiskin atau desil I terekam tingkat konsumsinya mengalami drop sampai minus 6, 3 persen & akhirnya meningkat mencapai 8, 3 persen sehingga net perubahan pengeluaran rumah tangga ini di nilai dua persen.

“Itu berarti bagus. Artinya bantuan sosial membantu masyarakat paling miskin jadi mereka tidak menjadi lebih buruk, ” ujar  Sri Mulyani.

Baca selalu: Sri Mulyani: Serapan anggaran PENA terus membaik capai Rp386, 01 triliun

Untuk 10 persen masyarakat termiskin berikutnya atau desil II tercatat mengalami tekanan konsumsi minus 7, 1 persen, namun setelah menyambut bantuan sosial maka terjadi peningkatan hingga 6, 6 persen.

“Bantuan pemerintah 6, enam persen sehingga net efeknya merupakan sedikit kontraksi 0, 5 tip, ” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan semakin tinggi tingkatan masyarakat penerima bansos maka efeknya semakin kecil sebab fokus bantuan pemerintah adalah menyelamatkan masyarakat kelas menengah ke kolong.

“Semakin kita melihat ke atas bantuan pemerintah memang tidak ditunjukkan atau lebih terfokus ke menengah bawah, ” kata  Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Pengangguran bertambah 2, 67 juta orang akibat COVID-19

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020