Pemimpin instruksikan pembangunan Pelabuhan Patimban dipercepat

Pemimpin instruksikan pembangunan Pelabuhan Patimban dipercepat

Jakarta (ANTARA) – Pemimpin Joko Widodo menginstruksikan dilakukannya percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas menimpa Percepatan Proyek Strategis Nasional Patimban melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, mengatakan kehadiran pelabuhan sari baru tersebut akan berperan istimewa bagi pertumbuhan dan perdagangan dalam wilayah Jawa Barat.

“Pelabuhan Patimban ini memiliki peran yang penting dan strategis dalam pertumbuhan dan perdagangan di daerah Jawa Barat dan dikembangkan saling mengisi dengan (pelabuhan) Tanjung Priok, ” ujarnya.

Miring Utara Jawa yang telah terhubungkan dengan sarana jalan tol ke depannya harus dapat menjadi suatu super koridor ekonomi.

Pembangunan pelabuhan Patimban akan menjadi salah satu kunci untuk bisa mewujudkan hal tersebut sehingga kawasan-kawasan industri, pariwisata, dan sentra pertanian akan saling terhubung.

Baca juga: PP optimistis selesaikan pembangunan Pelabuhan Patimban sesuai target

“Dengan Pelabuhan Patimban ini akan terbangun segitiga kawasan kemajuan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban, Airport Kertajati, juga kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai suatu kawasan industri, saling terkoneksi serta saling mendukung satu dengan dengan lain sehingga memiliki daya saing terutama untuk produk-produk ekspor dan lebih khusus lagi di dunia otomotif, ” kata Presiden.

Terkait percepatan pembangunan itu, Kepala Negara meminta jajarannya buat sekaligus memperhatikan dampak sosial ekonomi bagi para nelayan setempat.

Presiden meminta agar andaikata terdapat nelayan setempat yang kira-kira terdampak oleh pembangunan tersebut, pihaknya dapat bersegera bergerak dan meluluskan bantuan kepada para nelayan tersebut.

“Tolong dilihat cocok, kalau memerlukan dukungan sarana serta prasarana untuk kapal misalnya bagi para nelayan yang terdampak itu agar KKP (Kementerian Kelautan serta Perikanan) bisa memberikan bantuannya kepada para nelayan, ” tuturnya.

Selain itu, pembangunan Pangkalan Patimban ini juga harus diikuti dengan model pengembangan pelabuhan pati yang terkonsolidasi. Nantinya, tiap-tiap pelabuhan utama sudah harus memiliki bagian tersendiri yang dapat saling mengisi antara satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya.

“Patimban, Semenanjung Priok, dan 28 pelabuhan utama lainnya harus betul-betul terkonsolidasi sehingga arah ke depan pengembangannya itu menjadi konkret dan jelas, menyimpan segmen yang saling mengisi. Kita harapkan agar konsolidasi ini sanggup mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi regional, juga memberikan kecepatan pelayanan dalam bidang logistik, membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien dan bersaing, ” katanya.

Pada November 2019, Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan pembangunan Pangkalan Patimban yang merupakan proyek pembangunan bertahap dan jangka panjang dengan nilai investasi sebesar Rp29 triliun hingga Rp50 triliun.

Baca juga: Kepala: Perhatikan dampak Pelabuhan Patimban untuk nelayan

Total luas area pelabuhan Patimban secara keseluruhan mencapai 654 hektare. Dari jumlah tersebut, 300 hektare di antaranya akan diperuntukkan bagi peti kemas dan terminal kendaraan. Adapun untuk kapasitas pelabuhannya nantinya akan mencapai sebesar 7, 5 juta TEUs.

Secara kapasitas tersebut, Pelabuhan Patimban itu nantinya akan menjadi salah satu pangkalan terbesar di Indonesia yang disiapkan untuk mendukung kegiatan ekspor serta impor.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020