Pemasaran mobil jelang akhir tahun terangkat 9, 8 persen

Pemasaran mobil jelang akhir tahun terangkat 9, 8 persen

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021. Jakarta (ANTARA) – Menjelang tutup tarikh 2020, angin segar berembus ke industri otomotif karena penjualan wholesales nasional (pabrik ke diler) naik 9, 84 persen, dari 49. 018 unit pada Oktober menjadi 53. 844 unit pada November.  

Melansir data Gabungan Pabrik Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Rabu, total penjualan domestik semasa 11 bulan tahun 2020 sebesar 474. 908 unit.

Baca juga: Pemasaran kendaraan hingga akhir 2020 diprediksi stagnan

Indonesia setidaknya membutuhkan penjualan sebanyak 50 ribu unit mobil dalam Desember untuk mencapai target pemasaran Gaikindo yang direvisi untuk kesekian kalinya karena pandemi COVID-19 yang memengaruhi seluruh industri, termasuk otomotif, menjadi 525 ribu unit.

Jika angka tersebut makbul, maka total penjualan mobil pribumi tahun ini hanya setengah lantaran pencapaian tahun lalu sebanyak satu. 030. 126 unit. Namun dapat dipahami bahwa menurunnya penjualan kendaraan tahun ini adalah imbas dibanding menurunnya daya beli masyarakat dalam masa krisis COVID-19.

Kembali ke penjualan mobil pada November, hasil sebanyak 53. 844 unit merupakan yang tertinggi semenjak April 2020 atau setelah COVID-19 masuk Indonesia.

Pemasaran pada tiga bulan pertama 2020 berjalan sesuai rencana yakni Januari 80. 435 unit, Februari 79. 644 unit, dan Maret 76. 811 unit.

Namun, penjualan pada April langsung terban tajam menjadi 7. 868 bagian, dan semakin anjlok pada Mei menjadi 3. 551 unit.

Hasil penjualan berangsur membaik pada Juni sebanyak 12. 623 unit, Juli 25. 283 bagian, Agustus 37. 277 unit, September 48. 554 unit, Oktober 49. 043 unit, dan November menjelma yang tertinggi sebanyak 53. 844 unit.

Kendati naik, penjualan 53. 844 unit pada November 2020 hanya 60 komisi dari pencapaian pada November 2019 sebanyak 91. 240 unit.

Baca serupa: Penjualan mobil di ASEAN mendarat 38, 4 persen

Baca juga: 10 mobil terlaris hingga kuartal III 2020

Penjualan pada Desember 2019 sebanyak 87. 664 unit mobil, maka jika diasumsikan sama seperti November 2019 secara penurunan 60 persen, maka diprediksi hasil pada Desember 2020 sekira 52 ribu unit. Artinya bahan revisi untuk penjualan setahun penuh sebanyak 525 unit mobil sepatutnya bisa tercapai.

Pengusaha


Penjualan mobil Toyota pada salah satu pameran otomotif nasional (ANTARA/Alviansyah P)

Lantaran sisi pabrikan, grup Astra pada November 2020 menjual 24. 425 unit mobil. Hasil itu mendarat dari bulan sebelumnya sebanyak 26. 410 unit yang tercatat jadi hasil tertinggi mereka setelah April 2020.

Toyota pasti menjadi kontributor penjualan tertinggi dibanding Grup Astra pada November sebanyak 15. 479 unit, menurun dari 16. 419 unit pada Oktober.

Daihatsu menjadi penyokong kedua Grup Astra sebanyak enam. 772 pada November 2020, pula menurun dari bulan sebelumnya sebesar 8. 289.

Lain hal dengan Isuzu yang menjalani kenaikan penjualan dari 1. 634 unit mobil pada Oktober, menjelma 2. 103 unit pada November.

“Menjelang akhir tahun 2020, kami berharap daya kulak masyarakat terus membaik, sehingga sanggup menopang penjualan mobil pada Desember 2020, ” kata Head of Corporate Communications Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam siaran pers, Rabu.

Boy Kelana Soebroto menambahkan, “Mudah-mudahan hal ini dapat mendukung tercapainya target penjualan mobil nasional. ”
 


Penjualan mobil Honda pada salah satu pertunjukan otomotif nasional (ANTARA/Alviansyah P)

Mengaji juga: Laba bersih otomotif Perkumpulan Astra merosot 70 persen

Di sungguh Grup Astra, Mitsubishi mencatat pemasaran terbanyak kedua sejumlah 8. 743 unit, naik dari 7. 118 mobil pada Oktober. Penjualan wholesales Mitsubishi pada November juga menjadi dengan terbaik sejak April 2020.

Merek Jepang lainnya, Honda yang bernaung di bawah Honda Prospect Motor menjual 8. 448 unit mobil pada November 2020. Jumlah itu naik dari tujuh. 732 unit pada Oktober, dan menjadi hasil yang terbaik mereka sejak April 2020.

Suzuki pada November mencetak kemajuan besar, 55, 8 persen dari 5. 143 unit pada Oktober menjadi 8. 217 unit.

Nasib berbeda dialami Nissan yang hanya melepas 43 bagian mobil pada November, 37 bagian pada Oktober, turun drastis sejak 1. 421 unit mobil pada bulan September.

Kalau dihitung secara total selama 11 bulan wholesales, Toyota menempati urutan baru sebanyak 143. 462 unit disusul Daihatsu sejumlah 84. 243 bagian. Sebanyak 33 persen penjualan mereka didukung penjualan mobil segmen LCGC sebesar 67. 548 unit.

Mitsubishi, Honda dan Suzuki daripada luar Grup Astra mencatatkan pemasaran total masing-masing 70. 041 unit, 65. 868 unit dan 58. 262 unit.

Peluang mobil bekas

Pebisnis mobil bekas menatap akhir tahun 2020 dengan optimistis, berharap minimnya peluncuran mobil mutakhir pada tahun ini membuat konsumen beralih ke kendaraan second.

Sepanjang 2020, Indonesia banyak kedatangan mobil baru berteknologi ramah lingkungan, mulai dari Hyundai Ioniq Electric, DFSK Gelora E, Toyota Prius Plug-In Hybrid dan Corolla Cross, Nissan Kicks e-Power hingga Lexus UX 300e.

Baca juga: Penjualan mobil Indonesia pada Oktober cuma naik satu persen

Mobil-mobil itu memang menarik, tetapi dengan harga yang dianggap masih tinggi, maka segmen konsumen mereka bukanlah kalangan menengah ke lembah yang memegang “kue terbesar” di penjualan mobil di kelas Low-MPV serta LCGC atau city car.

Mengacu hal tersebut, mobil Low-MPV sekelas Avanza, Xenia, Ertiga dan Xpander pas diminati di pasar mobil isyarat. Alasannya, konsumen segmen itu membutuhkan mobil yang muat banyak pengikut dengan harga pas di karung.

Senior Marketing Manager Penjualan Mobil Bekas WTC Tala Dua, Herjanto Kosasih mengatakan, penjualan mobil bekas pada November naik menjadi 1. 800 unit daripada rata-rata 1. 000 unit bagi bulan selama pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan, banyak konsumen mempercayai mobil di segmen tersebut karena kebutuhan dan depresiasi kehormatan yang tidak terlalu jauh kurun yang baru dan bekas (tergantung tahun).

“Dari kenaikan itu, juaranya adalah Low MPV karena sudah menjadi budaya karakter Indonesia kalau beli mobil dengan muat banyak, ” kata Herjanto Kosasih kepada ANTARA melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, Xpander menjelma salah satu mobil yang diburu konsumen mobil bekas. Meski nilai bekasnya juga tinggi, konsumen meyakini bahwa mobil jenis itu memiliki jaringan suku cadang dan servis record yang baik.

“Xpander paling menginap dua-tiga malam di sini, kemudian cepat terjual, sirkulasinya segera, ” kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa alternatif untuk segmen Low MPV dalam pasar mobil bekas mengerucut di dalam Xpander dan Avanza karena tidak ada peluncuran LMPV terbaru di dalam tahun ini.

“Salah satunya itu, pilihan konsumen secara budget segitu untuk mobil anyar terbatas. Maka konsumen memilih mobil bekas yang terawat dengan kilometer yang tidak jauh-jauh amat, ” kata dia.

Ia berharap, jaringan penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua dapat menyentuh penjualan 2. 000 unit untuk Desember 2020, naik dari 1. 800 unit pada November.

Baca selalu: Dipo Star & Mocil. id kolaborasi kredit mobil bekas online

Menyuarakan juga: Pebisnis mobil bekas harap “short trip” akhir tahun terlanjur penjualan

Baca juga: Isu pajak nol persen sokong pengaruh besar terhadap penjualan mobkas

Pewarta: A069
Editor: Maria Rosari Dwi Dayang
Copyright © ANTARA 2020