OJK sebut keuangan syariah tunjukkan pertumbuhan positif

OJK sebut keuangan syariah tunjukkan pertumbuhan positif

mengembangkan keuangan syariah yang berdaya saing tinggi

Jakarta (ANTARA) – Ketua Sidang Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan perkembangan keuangan syariah di tengah  pandemi COVID-19 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Wimboh mengatakan perkembangan tersebut ditunjukkan melalui total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, yang per Juli 2020 tumbuh mencapai Rp1. 639, 08 triliun atau 111, 86 miliar dolar AS.

“Naik sebesar 20, 61 persen (yoy) dengan market share 9, 68 persen, ” katanya dalam acara FREKS IAEI di Jakarta, Senin.

Wimboh merinci total aset Rp1. 639, 08 triliun meliputi perbankan syariah Rp542, 83 triliun dengan market share 6, 11 tip, IKNB Rp110, 29 triliun dengan pangsa pasar 4, 39 obat jerih, dan pasar modal Rp985, 96 triliun dengan pangsa 17, 8 persen.

Ia mengucapkan total aset tersebut merupakan prinsip terhadap keuangan syariah yang mempunyai daya tahan dan semangat luhur untuk bertahan serta siap menolong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, keuangan syariah Indonesia yang menguat pula didukung dengan semakin banyaknya jumlah lembaga jasa keuangan yakni terdapat 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 BPR syariah.

Kemudian di sektor pasar modal mempunyai 464 saham syariah, 145 sukuk korporasi, 282 reksadana syariah, dan 66 sukuk negara.

“Ada juga di industri keuangan nonbank terdapat 215 lembaga kebaikan keuangan syariah yang di antaranya termasuk perusahaan asuransi, pembiayaan, penjaminan dan lembaga keuangan mikro syariah, ” katanya.

Oleh sebab itu, Wimboh menekankan zaman pandemi harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah terutama untuk mampu mengambil posisi lebih besar dengan berbagai modalitas dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

“OJK mempunyai komitmen sangat tinggi untuk terus mengembangkan keuangan syariah yang bergaya saing tinggi dan berkontribusi istimewa terhadap perekonomian nasional serta penambahan kesejahteraan masyarakat luas, ” tegasnya.

Menangkap juga: Ketua OJK: RI berpotensi jadi global hub ekonomi syariah
Baca juga: Wapres: Layanan keuangan syariah diharapkan tidak berkelakuan eksklusif
Baca juga: BI dorong akselerasi digitalisasi ekonomi syariah

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020