Negeri paparkan strategi perkuat kas pabrik, percepat pemulihan

Negeri paparkan strategi perkuat kas pabrik, percepat pemulihan

Industri sungguh kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi kita

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa pengukuhan arus kas untuk sektor industri menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan.

“Strategi dari sisi supply side , kalau kita kelompokkan ada dua yaitu penguatan arus kas sektor industri serta relaksasi regulasi, ” ujar Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan penguatan arus kas itu meliputi pemberian bantuan modal kerja untuk pabrik yang masih beroperasi, penundaan pembalasan cicilan dan bunga pinjaman, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bisa ditunda akan tetapi tidak dihapuskan, serta insentif biaya listrik.

Baca juga: BI: Kinerja industri pengolahan triwulan III membaik, meski kontraksi

Kemudian, lanjut dia, pemberian insentif pajak melalui PPh pasal 21, PPh pasal 22, PPh pasal 23, dan PPh pasal 25.

Untuk relaksasi regulasi, lanjut dia, yakni relaksasi cara peralihan izin, tidak perlu mengubah akta ke Kementerian Hukum dan HAM namun cukup melalui BKPM.

Kemudian, relaksasi persetujuan edar untuk APD (Alat Penjaga Diri) dan masker di luar kebutuhan medis, relaksasi izin memasukkan mesin tidak baru sebagai bahan modal dan tidak diperdagangkan beserta relaksasi larangan dan pembatasan 1 baku impor.

“Secara paralel kita lakukan selama pandemi, ” katanya.

Baca juga: Menperin: Revolusi Industri 4. 0 butuh posisi startup

Untuk strategi dari sisi permintaan, Atong mengatakan kebijakan yang diterapkan yakni dengan pembukaan pasar rakyat, mal, dan toko swalayan, secara protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, lanjut tempat, kemudahan ekspor produk hasil pabrik nasional melalui penerbitan Permendag 57 Tahun 2020 tentang Ekspor Kendaraan Pelindung Diri (APD).

Ia mengharapkan kebijakan-kebijakan itu bisa menyerap produk dalam negeri dan belanja masyarakat meningkat.

Industri sungguh kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi kita. Melihat PDB kita turun, tentunya kami sepakat perlu supply side dan demand side , ” ucapnya.

Baca juga: Kemenperin: Jumlah kawasan industri melonjak, jadi tampung investor
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020