pemerintah-kaji-kemungkinan-perluasan-relaksasi-ppnbm-kendaraan-1

Negeri kaji kemungkinan perluasan relaksasi PPnBM kendaraan

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Kami melihat data purchase order KBM roda 4 meningkat rata-rata sebesar 140, 8 persen untuk produk-produk yang mendapatkan stimulus PPnBM

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan akan mempercakapkan kemungkinan perluasan dan pengkajian program relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah untuk kendaraan bermotor.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Pemimpin Joko Widodo dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin kemarin.

“Sesuai petunjuk Bapak Presiden, time frame atau waktu pelaksanaan kebijakan ini akan dievaluasi. Lalu, formula aturannya bisa bersandarkan besaran kapasitas isi bumbung dikombinasikan dengan local purchase, atau hanya berdasarkan preskripsi local purchase saja, ” jelas Menperin di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Presiden menyampaikan keinginan biar kendaraan bermotor (KBM) jentera empat dengan kapasitas 2. 500 cc juga bisa mendapatkan insentif pajak di masa pandemi ini, asalkan memiliki Tingkat Komponen Di Negeri (TKDN) minimal 70 persen.

“Selain itu pemerintah menyambut keinginan masyarakat dalam menikmati sarana relaksasi ini, terbukti secara kenaikan tingkat puchase order sebesar 150 persen setelah ada relaksasi PPnBM organ bermotor, ” jelas Menperin melalui keterangan tertulis.

Pemerintah juga meminta agar produsen segera memajukan utilisasi agar bisa menutup permintaan pasar yang terbang tinggi.

“Ini agar penurunan harga instrumen dapat sesuai dengan tumpuan dan efektif pelaksanaannya, ” jelas Menperin.

Kebijakan relaksasi PPnBM yang mulai berjalan sejak 1 Maret 2021 diberikan buat segmen KBM roda empat segmen sedan dan 4×2 dengan kapasitas mesin di bawah 1500 cc, diproduksi di dalam negeri, serta harus memenuhi persyaratan pembelian lokal ( local purchase ) dengan meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal sebab hasil produksi dalam daerah yang dimanfaatkan dalam kesibukan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen.

Kebijakan ini bakal berlaku hingga akhir tarikh. Pemberian keringanan dilakukan dengan bertahap, yakni diskon retribusi 100 persen pada Maret-Mei, 50 persen di bulan Juni-Agustus, dan diskon retribusi 25 persen pada Oktober-Desember 2021.

Baca juga: Menko Airlangga: Insentif PPnBM mobil bakal dongkrak ekonomi satu persen
Baca selalu: Apindo: Relaksasi pajak kendaraan dan perumahan gerakkan perekonomian
Baca juga: 72 persen konsumen sambut positif relaksasi pajak mobil terakhir

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021