menparekraf-pembukaan-destinasi-wisata-selama-lebaran-wewenang-daerah-1

Menparekraf: Pembukaan destinasi wisata semasa lebaran wewenang daerah

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Dibuka atau tak (destinasi wisata) adalah kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan angka COVID-19 di daerah masing-masing. Itu yang menjelma keputusan kami.

Yogyakarta (ANTARA) – Menteri Wisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan sepenuhnya pembukaan destinasi wisata selama masa libur Lebaran 2021 kepada masing-masing pemerintah kawasan dengan menyesuaikan kondisi penularan COVID-19.

“Dibuka ataupun tidak (destinasi wisata) ialah wewenang pemerintah daerah sebati dengan angka COVID-19 dalam daerah masing-masing. Itu yang menjadi keputusan kami, ” kata Sandiaga saat meninjau vaksinasi para pelaku wisata di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan dalam ketentuan pemberlakuan pembatasan kesibukan masyarakat (PPKM) mikro terdapat kegiatan masyarakat yang diperbolehkan dan diserahkan kepada pemerintah daerah.

Baca juga: Menko PMK: Objek wisata lokal boleh buka untuk seimbangkan ekonomi

Mengenai kegiatan wisata, menurut dia, Kemenparekraf menyampaikan sejumlah panduan untuk diterapkan di daerah. Apabila destinasi wisata diputuskan dibuka oleh sebab itu harus dipastikan memenuhi aturan kesehatan yang berbasis dalam CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Tegas bahwa destinasi wisata harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat serta disiplin, ” kata tempat.

Baca juga: Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata

Dia berharap kasus penularan COVID-19 di Tanah Air tidak melonjak tajam seperti di masa mudik lebaran tarikh lalu. Kendati berbagai pengetatan dilakukan seperti PSBB, penyekatan, serta larangan mudik namun kasusnya tetap melonjak 94 persen.

“Kita tidak ingin terulang. Oleh sebab itu, kami sudah sampaikan bahwa mudik dilarang. Kami akan monitor kegiatan-kegiatan yang ada dalam PPKM skala mikro juga dipantau ketat agar tidak tersedia penularan COVID-19, ” kata pendahuluan dia.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021