menkominfo-nyatakan-babak-baru-digitalisasi-televisi-telah-dimulai-1

Menkominfo nyatakan babak baru digitalisasi televisi telah dimulai

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate membuktikan babak baru digitalisasi televisi Indonesia telah dimulai secara pengesahan Undang-Undang (UU) Bagian 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja pada 2 November 2020 lalu, dalam mana UU ini menyampaikan amanat sekaligus landasan bagi Pemerintah untuk segera melaksanakan digitalisasi televisi atau analog-switch off (ASO).
 
Menurut Johnny, persiapan dan implementasi digitalisasi televisi juga diperkuat dengan Susunan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PP NSPK), Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Pancaran (PP Postelsiar), serta 5 (lima) Rancangan Peraturan Gajah (RPM) sektor Postelsiar dengan sedang finalisasi untuk diundangkan pada tanggal 2 April 2021 nanti.

“Regulasi-regulasi tersebut hadir guna memberikan kepastian hukum bagi para-para pelaku industri postelsiar untuk turut mempersiapkan dan melakukan transformasi digital Indonesia. Melalaikan regulasi tersebut pula, kita memiliki dasar yang berpengaruh untuk bersama-sama melakukan lompatan baru juga lompatan mulia guna mempercepat migrasi siaran ke televisi digital, ” kata dia dalam pancaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca pula: Utilisasi jadi fokus Kominfo dalam pembangunan infrastruktur TIK

Baca juga: Kominfo berkomitmen lanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah 3T

Hal itu disampaikannya di dalam pertemuan bersama Kanjeng Paduka Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX di Puro Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (31/03).

Johnny menyatakan di era transformasi digital, Indonesia tetap berusaha menciptakan lingkungan usaha yang memungkinkan koeksistensi antara pemain digital arus utama biasa dengan pendatang baru.

Mengutip hasil proyeksi kajian mengenai digitalisasi pancaran, Menkominfo menuturkan ekonomi digital Indonesia akan berkembang cepat antara 130 miliar dollar AS sampai dengan 150 Miliar dollar AS dalam tahun 2024.

“Kita harus memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomi nasional dan industri penyiaran nasional, ” tuturnya.

Sebab karena itu, Johnny berniat agar para pemangku perhatian di industri penyiaran sanggup turut berpartisipasi menyukseskan migrasi televisi ini dengan berfokus mengikuti seleksi multipleksing yang saat ini sedang dibuka untuk 22 kota maka 5 April 2021 mendatang.

“Partisipasi Bapak dan Ibu pelaku pabrik penyiaran dalam seleksi ini akan turut mendorong pelepasan amanat proses ASO yang perlu diselesaikan kurang lantaran 20 bulan lagi, atau pada 2 November 2020 mendatang, ” ucap dia.  

Johnny menegaskan hal penting yang perlu dipahami masyarakat menimpa digitalisasi siaran televisi. Menurutnya, hal itu akan mendorong pembebasan frekuensi siaran analog dan menciptakan digital dividend bagi masyarakat Indonesia.

“Keberadaan digital dividend ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi terbaru dan memperkuat kualitas servis telekomunikasi di berbagai daerah publik, termasuk untuk peningkatan kualitas jaringan 4G & pengembangan jaringan 5G, ” ujar Johnny.

Baca juga: Aturan soal Postelsiar diharapkan bantu pemulihan ekonomi

Membaca juga: Kominfo ajak masyarakat tak beri kesempatan laku teror di ruang digital

Baca serupa: Menkominfo minta masyarakat celik infrastruktur publik

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021