Menko PMK: MUI telah selesai kaji kehalalan vaksin COVID-19

Menko PMK: MUI telah selesai kaji kehalalan vaksin COVID-19

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Dunia Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan Badan Penyelenggara Agunan Produk Halal (BPJPH) dan Institusi Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah selesai melakukan kajian kehalalan vaksin COVID-19.

“Dari persyaratan halal vaksin Sinovac dilaporkan bahwa kajian dari BPJPH atau institusi jaminan produk halal dan LPPOMUI telah selesai, ” kata Muhadjir dalam konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Senin.

Mengucapkan juga: Menko PMK minta mas vaksin diseleksi untuk kelompok preferensi

Baca juga: Menko PMK: Tidak semua orang akan divaksin COVID-19

Setelah itu, kata Muhadjir, MUI segera menerbitkan fatwa menimpa kehalalan vaksin COVID-19 yang hendak digunakan di Indonesia. Untuk era ini, MUI masih dalam proses penyusunan fatwa terkait vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Muhadjir yang juga tergabung dalam salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah mengatakan bahwa suasana pandemi COVID-19 di dunia masa ini merupakan kondisi darurat yang bisa mengancam nyawa. Dengan sejenis, jika ada satu obat ataupun vaksin yang dinyatakan belum legal, tetap akan bisa dipakai pada kondisi darurat jika belum ada obat atau vaksin yang legal.

“Kalau statusnya kedaruratan, untuk menghindari kematian, itu tetap dipakai, namun apabila sudah ada obat atau vaksin yang legal, penggunaan obat atau vaksin tersebut wajib menggunakan yang halal, ” tuturnya.

Seperti diketahui, sebanyak 1, 2 juta ukuran vaksin COVID-19 dalam bentuk siap telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Minggu (6/12) suangi.

Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan pengiriman vaksin itu merupakan pengadaan vaksin tahap baru dari total 3 juta vaksin COVID-19 berupa virus SARS CoV-2 yang telah diinaktivasi.

Baca juga: Menko PMK: Penanganan pandemi COVID-19 Nusantara dalam trek yang benar

Selanjutnya, vaksin COVID-19 akan segera dilakukan penerbitan emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat serta Makanan (BPOM). Vaksinasi COVID-19 tahap pertama akan diprioritaskan bagi gaya kesehatan, asisten tenaga kesehatan, & tenaga kesehatan penunjang yang berjalan di fasilitas kesehatan.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020