Menko Airlangga paparkan peluang yang ungkit pemulihan ekonomi 2021

Menko Airlangga paparkan peluang yang ungkit pemulihan ekonomi 2021

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Tahun 2021 saatnya kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, optimistis memanfaatkan jalan terjadinya pemulihan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Tempat Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah peluang yang akan menjadi pengungkit pemulihan ekonomi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 4, 5-5, 5 persen pada 2021.

“Tahun 2021 saatnya kembali bekerja, balik mengembangkan usaha, optimistis memanfaatkan jalan terjadinya pemulihan ekonomi, ” sebutan Airlangga Hartarto dalam Outlook Perekonomian Nusantara 2021 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, peluang yang mengungkit pemulihan ekonomi 2021 adalah vaksinasi sebagai game changer ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19.

“Sesuai arahan Presiden, Januari akhir nanti vaksinasi sudah bisa dilaksanakan, ” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah sudah mendatangkan vaksin Sinovac dari China sebanyak satu, 2 juta dosis dan rencananya juga pada Desember ini datang 15 juta dosis bahan pokok vaksin serta sebanyak 1, 8 juta dosis pada Januari 2021.

Selain vaksinasi, lanjut dia, implementasi UU Cipta Kegiatan juga akan menjadi peluang yang mendorong pemulihan ekonomi 2021, stimulus penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, dan keberpihakan ekonomi kepada UMKM.

Pemerintah, introduksi dia, saat ini juga sedang menyiapkan daftar prioritas investasi, mematok pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang didukung sejumlah negara secara modal awal saat ini mencapai 6 milair dolar AS.

Menko Perekonomian menambahkan jalan lain yang bisa mengungkit ekonomi adalah program ketahanan pangan, perluasan kawasan industri, mandatori program B-30 yang melibatkan 17 juta gaya kerja, program padat karya beserta pengembangan ekonomi digital.

“Pengembangan ekonomi digital sekarang besarnya 40 billion yang potensinya di 2025 itu sebesar 133 billion di Indonesia dan 150 billion di ASEAN, ” katanya.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi, lanjut dia, sudah mulai terlihat di antaranya penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang pada Desember ini sudah mencapai level 6. 100.

Pemulihan di sektor manufaktur serupa terlihat dengan perbaikan PMI Manufaktur Indonesia yang kini indeksnya mencapai 50, 6.

Kira-kira sektor yang tumbuh pada zaman pandemi juga akan menjadi pengungkit di antaranya sektor pertanian, bahan dan komunikasi, jasa kesehatan & pendidikan.

Dari sisi komoditas, CPO, nikel, logam fadil menjadi safe heaven pada masa pandemi, serta peluang lain di rekan ekspor di antaranya ditandatanganinya konvensi dagang RCEP antara negara ASEAN dan mitra dagang antara lain China, Jepang, Australia, dan Selandia Anyar.

“Demikian juga kegiatan sama Indonesia-EFTA di Eropa, CEPA Australia, CEPA Korea dan sambungan GSP yang tentu ini bisa mendorong untuk ditingkatkan limited trade agreement . Kerja sama ini mendorong kinerja ekspor dan memperbaiki posisi RI di global value chain , ” imbuhnya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020