menko-airlangga-ajak-akademi-awasi-pelaksanaan-uu-cipta-kerja-1

Menko Airlangga ajak akademi awasi pelaksanaan UU Cipta Kerja

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JAKARTA (ANTARA) – Menteri Koordinator Dunia Perekonomian Airlangga Hartarto meminta akademisi untuk mengawasi jalannya kebijakan terkait penerapan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Pemerintah membutuhkan kerja sama dibanding seluruh stakeholder termasuk lantaran akademisi untuk memastikan segenap kebijakan dapat terlaksana secara baik sehingga penerapan UU Cipta Kerja yang berisi dari 11 klaster itu dapat berlangsung optimal serta mengakselerasi peningkatan investasi mengikuti peningkatan kewirausahaan, ” logat Menko Airlangga saat dengan daring membuka forum perbincangan publik terkait UU Membentuk Kerja di Jakarta, Selasa.

Menko Airlangga menyampaikan pengesahan UU Bagian 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja bersama 51 aturan turunannya merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi struktural.

“UU Cipta Kerja akan menyederhanakan, mensinkronkan dan mengefektifkan peraturan yang terlalu banyak dan besar yang sering kali malah menimbulkan hambatan dalam penciptaan investasi serta pembukaan usaha baru dengan tentunya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, ” sendat dia.

Baca juga: Menko Airlangga: Vaksin dan UNDANG-UNDANG Ciptaker kunci penggerak ekonomi 2021

Airlangga juga mengutarakan bahwa UU Cipta Kegiatan juga mereformasi izin daya melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang bakal mulai digunakan pada Juli 2021 sehingga layanan negeri menjadi lebih efisien & transparan.

Selain itu, sambung Airlangga, satu diantara turunan UU Cipta Kerja yakni Peraturan Presiden Cetakan 10 Tahun 2021 mengatur daftar prioritas investasi yaitu lebih dari 1700 tempat usaha terbuka untuk investasi, 245 bidang usaha pengutamaan dengan fasilitas tax holiday dan tax allowance , 89 bagian usaha yang dibuka untuk bermitra dengan koperasi & UMKM, serta 46 tempat usaha dengan persyaratan terbatas..

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah turut mengoptimalkan investasi langsung secara membentuk Indonesia Invesment Authority (INA) yang akan menolok dana dalam format master fund dan thematic fund.

Menyuarakan juga: Pemerintah rampungkan RPP izin usaha berbasis risiko

Kemudian, Airlangga juga mengetengahkan bahwa pemerintah tetap optimistis ekonomi nasional akan tumbuh 4, 5 hingga 5, 3 persen pada tahun ini karena tanda-tanda perbaikan ekonomi telah terlihat.

“Tercermin dari PMI manufaktur yang berada dalam atas level ekspansif 50 atau 50, 9 upah, realisasi investasi dan penyaluran KUR di tahun 2020 ini paling tinggi dipadankan dengan tahun sebelumnya, IHSG serta nilai tukar rupiah yang telah kembali, ” jelasnya.

Namun untuk penanganan di sisi kesehatan, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah pada 2021 tersebut akan berfokus pada agenda vaksinasi massal dan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang bakal terus diperluas ke provinsi-provinsi lain.

“Pemerintah terus berupaya memitigasi buah pandemi guna menjaga momentum pemulihan kesehatan dan ekonomi khususnya untuk meningkatkan keyakinan masyarakat dalam melakukan penggunaan dan investasi melalui berbagai strategi di tahun 2021 ini, ” katanya.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Sifat Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021