Mendes PDTT: BLT Dana Desa sudah tersalur 100 persen

Mendes PDTT: BLT Dana Desa sudah tersalur 100 persen

BLT Dana Desa itu optimal sekadar

Jakarta (ANTARA) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa telah tersalur 100 persen kepada warga desa yang terkena dampak COVID-19.

“BLT Dana Desa itu ideal sekali dan sudah 100 tip (tersalur), ” kata Mendes Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri melalui sambungan telepon pada ANTARA, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan BLT Dana Kampung tersebut merupakan dana bantuan dengan disalurkan kepada warga desa yang terkena dampak pandemi COVID-19, baik secara kesehatan maupun ekonomi.

Berdasarkan data Kemendes PDTT per 22 Oktober 2020, BLT Dana Desa telah disalurkan pada 7. 997. 269 keluarga penyambut manfaat (KPM) di 74. 184 desa dari total 74. 957 desa di seluruh Indonesia.

Gus Menteri mengatakan selisih 773 desa lainnya merupakan desa-desa yang memang tidak termasuk ke dalam daftar desa yang layak menyalurkan BLT Dana Desa dikarenakan oleh beberapa faktor, antara asing di desa tertentu mungkin seluruh warganya mampu, tidak ada masyarakat miskinnya, sehingga desa tersebut tidak layak menyalurkan BLT Dana Dukuh.

Berikutnya, desa lainnya tidak menyalurkan BLT Dana Kampung karena warga miskin yang ada di desa tersebut telah diberikan bantuan dari program Jaring Tentara Sosial lain dari Kementerian Baik (Kemensos), atau bisa juga dikarenakan warga yang mampu di daerah tersebut berkomitmen untuk menanggung pikulan warga lain yang kurang dapat melalui dana yang mereka kumpulkan secara gotong royong.

“Contohnya di Malang. Mereka mengangkat royong untuk mensubsidi warga dengan miskin, ” kata Gus Gajah.

Mengucapkan juga: Wamendes PDTT nilai BLT Dana Desa itu demokratis

Baca juga: Di kawasan perbatasan RI-Malaysia, BLT Dana Desa sudah diserahkan

Faktor lainnya adalah sebab status sebuah daerah yang secara administratif belum bisa disebut sebagai sebuah desa, sehingga daerah itu tidak berhak untuk mendapatkan pemberian yang dapat disalurkan kepada warganya dalam bentuk BLT Dana Tempat.

“Bisa juga masyarakat di sebuah desa tidak menerima BLT Dana Desa, misalnya karena BPDnya belum terbentuk, ” sekapur Mendes.

Gus Gajah menegaskan BLT Dana Desa telah disalurkan secara optimal kepada warga desa yang membutuhkan. Hal itu dapat dibuktikan dengan data yang menunjukkan bahwa mayoritas atau 88 persen KPM yang menerima BLT Dana Desa adalah keluarga dengan berprofesi sebagai petani atau buruh tani.

“Dari 7, 9 juta KPM, 88 persennya adalah petani dan buruh tani. Hal itu sudah sangat sebati dengan kondisi desa yang mayoritasnya adalah buruh tani, ” katanya.

Ia mengatakan definisi warga terdampak pandemi COVID-19 adalah tidak hanya mereka yang terdampak secara kesehatan, melainkan juga dengan ekonomi.

Oleh karena itu, penyaluran BLT Dana Dukuh kepada mayoritas warga yang bekerja sebagai petani atau buruh tani, maupun kepada warga desa dengan berprofesi sebagai nelayan atau buruh nelayan, buruh pabrik, guru serta juga pedagang atau pelaku UMKM sudah tepat sasaran karena pada dasarnya hampir seluruh lapisan masyarakat telah terkena dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Mendes nilai PKTD, Desa Aman COVID-19 dan BLT DD sudah sangat optimal
Baca juga: Pandemi, penyaluran BLT Dana Desa perlu lebih tepat sasaran

Pewarta: Katriana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020