Mahfud minta pengunjuk rasa waspadai penyusup

Mahfud minta pengunjuk rasa waspadai penyusup

Jakarta (ANTARA) – Gajah Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan Mahfud MD mengingatkan klub yang ingin menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa pada 20 Oktober 2020 untuk mewaspadai adanya penyusup yang ingin membuat ricuh.

“Kepada para pengunjuk rasa, silahkan berunjuk rasa silakan, tapi hati-hati jangan sampai ada penyusup dengan mengajak anda bikin ribut, ” kata Mahfud, melalui video conference , di Jakarta, Senin.

Menurut Mahfud, bukan tidak mungkin adanya penyusup yang ingin memanfaatkan kesempatan dengan membuat unjuk rasa yang faktual bertujuan menyampaikan aspirasi justru menjelma ricuh.

Baca juga: Mahfud: Pilkada lalui proses eksperimentasi penuh dinamika
Baca juga: Pemerintah akan aksi tegas pelaku anarkis demo UNDANG-UNDANG Cipta Kerja

Bahkan, kata dia, para-para penyusup itu ingin mencari martil dengan memanfaatkan para pedemo agar menjadi korban dan ditudingkan kepada aparat keamanan.

“Saya ingatkan bahwa bukan tidak barangkali diantara para pengunjuk rasa tersedia penyusup yang ingin mencari martil mencari korban yang kemudian ditudingkan ke aparat, ” tegasnya.

Oleh karena itu, Mahfud meminta pedemo untuk berhati-hati serta mewaspadai agar jangan sampai gerak-gerik demo sebagai sarana penyampaian keinginan tercoreng dengan aksi anarkis.

Yang jelas, kata dia, potensi-potensi masuknya penyusup dalam muncul rasa semacam itu sudah diamati oleh kepolisian yang akan bertindak tegas terhadap pengacau.

“Ini juga sudah masuk ke dalam tengarai kami. Di dalam tengarai para penegak hukum serta penjaga kamtibnas, dalam hal tersebut kepolisian, ” kata mantan Pemimpin Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Kepada aparat penegak dasar, Mahfud juga telah meminta untuk memperlakukan pedemo secara humanis serta penuh persaudaraan sebagai sesama masyarakat negara.

“Tetapi, kepada yang akan mengacau dan ada bukti supaya ditindak tegas, ” tegasnya.

Baca juga: Menko Polhukam: Perlakukan pedemo secara humanis
Menangkap juga: Hasil investigasi Intan Jaya diserahkan ke Menko Polhukam dalam Rabu

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020