Luhut: Selain makanan dan fesyen, UMKM harus transformasi ke teknologi

Luhut: Selain makanan dan fesyen, UMKM harus transformasi ke teknologi

Apabila kita tidak bertransformasi, Indonesia akan tertinggal.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga harus bertransformasi ke sektor teknologi, tidak hanya terpaku pada sektor makanan dan juga fesyen.

“Apabila kita tidak bertransformasi, Indonesia mau tertinggal. Di Taiwan, Jerman, dan Korea Selatan, di mana UMKM-nya sudah mulai suplai untuk pabrik “high technology”. Jadi UMKM saat ini jangan kita berpikir untuk sasaran dan untuk fesyen itu sekadar, tapi sudah mulai kita kerjakan untuk bertransoformasi kepada high technology, ” ujar Luhut saat menjadi pembicara kunci dalam High Impact Seminar dan Kick Off Agenda BI dalam GerNas Bangga Produk Indonesia dengan tema “Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital” di Jakarta, Minggu.

Mengaji juga: Mau kembangkan wisata medis, Luhut minta BKPM cari investor

Luhut meyakini, pelaku UMKM di Indonesia mampu bertransformasi dan masuk ke sektor teknologi dan pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan membangun terwujudnya hal tersebut melalui kebijakan-kebijakan yang akomodatif.

“UMKM adalah salah satu pilar sari perekonomian Indonesia, dan itu bisa kita lakukan, sehingga kredit-kredit UMKM Rp10 miliar perlu kita menentang untuk mungkin pada sampai sasaran lebih besar agar UMKM dengan masuk dalam bidang high technology itu juga akan mendapatkan peluangnya, ” kata Luhut.

Pandemi COVID-19, lanjut Luhut, telah menghantam semua sektor ekonomi, tidak terkecuali UMKM. Pelaku UMKM pula dituntut untuk beradaptasi, salah satunya dengan masuk ke ekosistem digital untuk memasarkan produk-produknya di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Tumbuh (PSBB). Melalui kerja sama secara berbagai pemangku kepentingan, pemerintah pun telah membantu memfasilitasi hal itu.

“Kita sudah mulai buktikan kita mampu mendorong lebih dari 1, 6 jut unit UMKM untuk masuk ke ekosistem digital sejak 14 Mei morat-marit. Angka ini sudah mencapai 83-85 persen dari target 2 juta UKM sebagaimana arahan Bapak Kepala, ” ujar Luhut.

Baca juga: Menparekraf paparkan hambatan UMKM kreatif menghunjam pasar global

Luhut menambahkan, untuk menanggung UMKM, masyarakat juga harus membuktikan keberpihakan untuk membeli produk-produk yang memiliki tingkat komponen dalam jati yang tinggi.

“Presiden juga tegas menyatakan agar semua K/Ldan BUMN membeli produk-produk Nusantara sehingga betul-betul kita dorong UMKM kita, ” katanya.

Baca juga: Gubernur BI beberkan tiga langkah majukan UMKM di era digital

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan poin tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital.

“Pertama, kreativitas dengan meningkatkan nilai tambahan produk UMKM. Kedua, digitalisasi menggunakan inisiasi UMKM Go Digital & integrasi ekonomi keuangan digital meniti infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan taat. Ketiga, sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang melekat, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM. Bank Indonesia senantiasa mendukung Pemerintah menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional, ” ujar Perry.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020