Luhut akui Indonesia negara paling kompleks untuk berbisnis

Luhut akui Indonesia negara paling kompleks untuk berbisnis

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Kalau melihat survei tersebut, Indonesia jadi negara yang sangat rumit untuk berbisnis

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui Nusantara adalah negara paling kompleks buat berbisnis sehingga kemudian pemerintah melayani terobosan melalui UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Luhut mengutip laporan lembaga konsultan dan riset, TMF Group, mengenai Indeks Kepelikan Bisnis Global (GBCI) yang membawa Indonesia sebagai negara yang menyesatkan kompleks untuk berbisnis dari 77 negara lainnya.

“Kalau melihat survei tersebut, Indonesia oleh sebab itu negara yang sangat rumit buat berbisnis. Kami jujur soal tersebut. Ini juga alasan di pulih Omnibus Law, ” katanya era menyampaikan sambutan dalam Tri Hita Karana Forum Dialogue Cloud Event “Indonesia Omnibus Law For a Better Business Better World” secara virtual di Jakarta, Senin.

Luhut menjelaskan meski bersamaan waktu peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia sudah meningkat, namun angka prosedur bisnis masih menunjukkan nilai yang stagnan dan bertambah rumit dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Oleh karena itu, UU Omnibus Law Cipta Kegiatan merupakan terobosan pemerintah untuk menyalahi regulasi dan perizinan yang berbelit.

“Saat ini, perizinan berusaha akan dilakukan dengan berbasis resiko. Dengan dibuatnya Omnibus Law, pemerintah bertujuan untuk menciptakan usaha yang lebih baik di Indonesia, agar pendirian usaha menjadi semakin mudah, dan pada akhirnya bakal membuka lapangan pekerjaan, ” katanya.

Kendati Omnibus Law sempat mendatangkan kontroversi dan penolakan dari masyarakat, Luhut berpendapat bahwa saat ini masyarakat sudah bertambah tenang dan mau menerima sesudah materi mengenai Omnibus Law dikomunikasikan dan sudah bisa dilihat dengan langsung.

“Saat itu, Omnibus Law sedang dalam periode finalisasi dan harus sudah diimplementasikan pada bulan Februari tahun 2021. Diharapkan, melalui Omnibus Law, negeri dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia, menyederhanakan persyaratan investasi, melakukan reformasi pajak, serta mendorong perniagaan internasional, ” kata  Luhut.

Tri Hita Karana Konvensi Partners Dialogue: Indonesia New Omnibus Law for Better Business Better World dihadiri oleh wakil daripada berbagai perusahaan anggota International Chamber of Commerce.

Selain Luhut, sebab Indonesia hadir dan ikut memberikan sambutan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat; Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar; dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil.

Sementara dibanding perwakilan asing hadir IG Patel Professor and Chair, Grantham Research Institute on Climate Change and Environment, London School of Economics/NCE Lord Nicholas Stern; Director, DCD OECD Jorge Moreira da Silva; Country Director Indonesia and Timor Leste World Bank Satu Kahkonen; Secretary General, International Chamber of Commerce John Denton; dan Superior Vice President Asia, Conservation International Richard Jeo.

Baca juga: DBS Indonesia bidik potensi bisnis “wealth management”
Baca juga: Forum bisnis Indonesia-Amerika Latin hasilkan transaksi Rp1 triliun

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020