lps-catatkan-pertumbuhan-aset-1624-persen-pada-2020-1

LPS catatkan pertumbuhan aset 16, 24 persen pada 2020

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Sebagian mulia dari aset ini bersifat investasi pada Surat Bernilai Negara atau SBN sejumlah Rp133, 39 triliun atau 95, 17 persen sebab total aset.

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Penanggung Simpanan (LPS) mencatatkan kemajuan total aset 16, 24 persen menjadi Rp140, 16 triliun per posisi 31 Desember 2020 dari tarikh sebelumnya sebesar Rp120, 58 triliun.

“Sebagian besar dari aset ini berupa investasi pada Surat Bernilai Negara atau SBN sejumlah Rp133, 39 triliun atau 95, 17 persen lantaran total aset, ” introduksi Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menggunakan keterangan di Jakarta, Sabtu.

Sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam Indonesia, hasil audit masukan keuangan LPS sendiri mendapat opini “Wajar Dalam Seluruh Hal yang Material”.

Mengucapkan juga: Fitch sematkan status AAA ke LPS dengan prospek stabil

Pada tahun lalu, LPS membukukan ekses bersih sebesar Rp19, 36 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp17, 73 triliun.

Pendapatan investasi juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 15, 8 komisi menjadi Rp8, 84 triliun, meningkat sebesar Rp7, 64 triliun dari tahun sebelumnya.

“Hal tersebut tentunya disertai efisiensi di sisi pengeluaran yang istimewa, ” ujar Purbaya.

Pada 2020, LPS mencatat kenaikan jumlah persediaan masyarakat pada 109 bank umum sebesar 10, 86 persen (yoy), jumlah rekening ini naik sebesar 16, 12 persen (yoy) dibanding periode yang sama dalam tahun sebelumnya.

Baca juga: LPS ungkap syarat buat bebaskan iuran premi penjaminan

Simpanan yang dijamin LPS hingga Desember 2020 menyentuh 350. 023. 911 rekening atau setara dengan 99, 91 persen. Sedangkan besaran nilai simpanan yang dijamin LPS adalah Rp2 miliar per nasabah per bank setara dengan 35, satu kali PDB per kapita nasional tahun 2020, jauh di atas rata-rata negeri berpendapatan menengah ke tempat sebesar 6, 29 kala PDB per kapita.

COVID-19 memberikan tekanan besar pada perekonomian Nusantara dan global sepanjang 2020. Berbagai upaya dan kebijaksanaan ditempuh pemerintah untuk menyalahi dampak negatif yang berlaku, termasuk pemberian stimulus oleh otoritas sektor keuangan buat memitigasi risiko dampak pandemi pada perekonomian nasional.

Melalui UU Bagian 2 Tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan Negara & Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19, LPS sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), turut berupaya membantu pemulihan ekonomi nasional dengan mendorong likuiditas industri perbankan melalui kebijaksanaan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP).

Selain itu, LPS juga menyampaikan relaksasi denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan kepada bank peserta penjaminan LPS datang dengan periode pembayaran semester II 2021.

Dalam rangka penguatan fungsi penjaminan simpanan dan resolusi bank, LPS pada 2020 terus melakukan inovasi. Salah satunya adalah penyusunan rencana resolusi untuk bank sistemik dan bank non-sistemik terbatas.

Selain tersebut penerapan Single Customer View (SCV) yang dilakukan bank dalam menyampaikan kualitas bahan dengan kategori relatif indah pada periode Desember 2020 meningkat sebesar 8 tip jika dibandingkan dengan masa Juli 2020.

“Capaian dan kondisi itu harus terus dijaga, terlebih pada saat situasi pandemi justru masyarakat semakin membenarkan pada sistem perbankan. Hal ini juga membuktikan bahwa langkah-langkah yang diambil Pemerintah dan otoritas sektor keuangan untuk menjaga kepercayaan kepada sistem perbankan sudah memberikan hasil yang positif, ” ujar Purbaya.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021