Kementerian BUMN: Penas bakal jadi induk BUMN pariwisata

Kementerian BUMN: Penas bakal jadi induk BUMN pariwisata

Kami sedang godok dibentuknya holding pariwisata. Pokok holding-nya Penas

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan PT Inspeksi Udara Penas (Persero) rencananya bakal menjadi holding bidang pariwisata.

“Kami lagi godok dibentuknya holding pariwisata. Pokok holding -nya Penas, ” ujar Staf Istimewa Menteri BUMN Arya Sinulingga di Webinar bertajuk Relaksasi dan Optimalisasi Bisnis di Bandara di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan Penas akan menjadi induk BUMN  pariwisata yang anggotanya terdiri dibanding PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels & Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan Taman Wisata Candi (TWC).

Ia menyampaikan struktur manajemen dan personel yang tidak terlalu besar menjelma salah satu faktor Penas dipilih menjadi induk BUMN pariwisata biar perseroan bisa lebih fokus menyelenggarakan perusahaan induk ketimbang BUMN lain yang mempunyai banyak pegawai dan anak usaha.

Baca juga: AP I siap berperan aktif dalam pendirian “holding” BUMN Pariwisata

“Kalau kami tunjuk Garuda atau Angkasa Pura oleh karena itu induk holding , itu berat. Dia harus mengurusi holding . Di satu sisi, mereka harus mengurusi operasional dan manajemennya, ” ucapnya.

Dalam waktu depan, Arya mengatakan Kementerian BUMN bakal melakukan restrukturisasi organisasi di Penas sebagai langkah awal sebelum menjelma induk BUMN pariwisata.

Ia optimistis bersatunya BUMN-BUMN yang bergerak di bidang pariwisata serta perhubungan itu akan membuat rantai pasok dari hulu hingga ke hilir.

Secara terbelah Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty mendukung rencana pemerintah buat membentuk empat klaster dalam sari BUMN pariwisata agar semakin bersaing.

Menyuarakan juga: Anggota komisi VI dukung pembentukan holding pariwisata

Menurut dia, pembentukan induk perusahaan pariwisata akan melaksanakan BUMN semakin kompetitif, dan menjadi institusi bisnis yang efisien sebagai pemain dunia, serta akan menghasilkan industri pariwisata Indonesia semakin maju, baik dari sisi pengembangan destinasi maupun pemasarannya karena dukungan airport , airlines , aviasi, dan pemasokan.

Evita meyakini pendirian induk perusahaan pariwisata ini mampu menjalankan peran bisnis pioner terkait pariwisata di destinasi, yang semasa ini sangat dihindari pihak pebisnis swasta dan sekaligus mendorong keberpihakan kepada UMKM dan masyarakat sekitar.

Selain itu, sendat dia, juga menjadi pelopor pada hal standar baru dari sisi kualitas dan daya saing luhur.

“Jadi tidak hendak terjadi seperti kekhawatiran banyak bagian bahwa holding pariwisata ini akan menyulitkan pebisnis swasta. Justru akan berlaku pro pembangunan destinasi dalam situasi perintisan usaha pariwisata, dan memihak kepada efisiensi yang menguntungkan bagi masyarakat atau konsumen maupun bagi dunia usaha lainnya, ” sebutan Evita.

Baca juga: AP II: Holding penerbangan-pariwisata jadi holding ekosistem mula-mula
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020