kemenkes-stok-vaksin-untuk-manula-dan-pelayan-publik-aman-1

Kemenkes: Stok vaksin untuk manula dan pelayan publik damai

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Tantangan di dalam proses distribusi vaksin berlaku di sejumlah lokasi transmisi pada daerah terpencil.

Jakarta (ANTARA) – Ujung Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan tubuh Siti Nadia Tarmizi  mengesahkan stok vaksin COVID-19 buat kelompok lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan terbuka aman.

“Vaksin Sinovac yang sudah jadi membangun tiga juta. Terus kita tahu ada Sinovac pada bentuk bulk sebanyak 35 juta dosis. Jadi kurang lebih totalnya itu bisa untuk sekitar 33 juta dosis, ” kata Ahli Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam Jakarta, Senin pagi.

Nadia mengatakan simpanan dan distribusi vaksin COVID-19 di Indonesia masih tenang sehingga pemerintah meyakini program vaksinisasi bisa berjalan lancar.

Target vaksin untuk masyarakat lansia telah dialokasi sekitar 21, 5 juta dosis. Kemudian, bahan vaksin untuk petugas penyajian publik telah dialokasikan kira-kira 16, 9 juta dosis.

Baca juga: Pakar sarankan vaksinasi COVID-19 didahului ulangan cepat antigen

“Ini tentunya kalau kita lihat nilai 33 juta pasti tidak cukup dong. Minimal kita butuh vaksinasinya itu ialah 70 juta. Jadi kita masih perlu datangkan vaksin lainnya pada Maret tersebut. Masih akan ada 20 juta dan ada vaksin dari AstraZeneca, ” katanya.

Dia memasukkan, proses distribusi vaksin semasa ini berjalan lancar sebab dilakukan secara bertahap.

“Tidak terlalu tersedia kendala, karena memang gudang vaksin sudah dikosongkan. Jadi saat kedatangan vaksin, gudang-gudang vaksin sudah dikosongkan, ” katanya.

Pemerintah menggunakan dua mekanisme di distribusi vaksin. “Pertama, menggunakan dinas kesehatan provinsi, akan tetapi kita juga melalui Bio Farma, ” katanya.

Menangkap juga: Publik diimbau waspadai tautan googleform palsu sentra vaksinasi BUMN

Tantangan di proses distribusi vaksin berlaku di sejumlah lokasi pengiriman pada daerah terpencil.

“Karena terkait transmisi melalui darat, itu tidak selalu bisa lancar, ” katanya.

Tersedia pula daerah yang memerlukan waktu yang relatif lebih panjang dalam proses bagian. “Tapi sejauh ini tak ada kendala yang bermakna untuk proses distribusi, ” kata Siti Nadia.

Mengucapkan juga: Cek Fakta: Orang lebih rentan COVID-19 sesudah divaksin?

Menurut dia, upaya mengelola ketersediaan stok vaksin adalah yang terpenting untuk dikerjakan, alasannya orang yang sudah mendapatkan dosis pertama kudu dipastikan memperoleh dosis ke-2, sehingga pemerintah harus membenarkan ketersediaan vaksin untuk klub.

Siti Nadia menambahkan ada selang periode 14 hari dari mas vaksin tahap pertama ke tahap kedua. Sedangkan buat lansia, ada selang periode 28 hari dari pemberian vaksin dosis pertama ke tahap kedua.

“Kita melakukan prioritas. Pada vaksinasi ini ada kurang prioritas-prioritas yang tentunya kita susun. Misalnya, untuk lansia hanya di ibu kota provinsi. Semua lansia harus dapat. Jadi kita atur proses distribusinya, ” perkataan Siti Nadia.

Baca selalu: Kemenkes: Mutasi N439K belum peroleh perhatian khusus WHO

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021