indonesia-dalam-peta-pencalonan-tuan-rumah-olimpiade-2032-1

Indonesia dalam peta pencalonan tuan rumah Olimpiade 2032

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Kami sudah menyambut surat dari IOC yang isinya menjelaskan bahwa seluruh proses yang Indonesia kerjakan sudah diterima dengan cantik, bahkan statusnya ditingkatkan menjelma continuous dialogue

Jakarta (ANTARA) – Perjalanan Indonesia dalam pencalonan tuan panti Olimpiade 2032 mendapat tantangan berat dengan kemunculan negara-negara besar yang kini mulai bermanuver demi bisa menunaikan multiajang terakbar di negeri itu.

Negara-negara lawan satu per satu tiba melakukan pendekatan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencari jalan meyakinkan kesiapan mereka menghelat pesta olahraga tertinggi itu.

Brisbane, Australia bisa dibilang bakal menjadi pesaing terberat Indonesia buat memenangi status tersebut. Pemerintah Australia cukup aktif mengkampanyekan pencalonannya menjadi tuan vila Olimpiade 2032.

Baca pula: Brisbane disebut-sebut calon kuat tuan rumah Olimpiade 2032

IOC pada 25 Februari bahkan telah menyatakan bahwa mereka akan mengadakan “dialog tersasar” dengan panitia penyelenggara bidding di Australia sehingga banyak media menyebut Brisbane sebagai calon kuat majikan rumah Olimpiade edisi tahun itu.

Kesimpulan tersebut membuat negara lawan terkejut sekaligus panas. Salah satunya Korea Selatan dengan baru saja pada satu April secara terbuka mencanangkan maju sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032 bersama Korea Utara.

Pemerintah metropolitan Seoul, Korea Selatan telah mengajukan rencana kepada IOC untuk menjadi tuan rumah bersama ibu kota Korea Utara, Pyongyang. Mereka juga meminta IOC untuk melakukan negosiasi dengan kota-kota pesaing lainnya, sebab Brisbane belum pasti terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade 2032.

Seoul sebetulnya pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1988. Namun proposal yang diajukan saat ini cukup menarik karena mempromosikan nilai-nilai perdamaian global menggunakan olahraga dari penyelenggaraan Olimpiade oleh Seoul dan Pyongyang.

Baca juga: Seoul ejekan proposal jadi tuan rumah Olimpiade 2032 bersama Pyongyang

Keputusan IOC memilih Brisbane sebagai mitra pilihan perbincangan juga membuat Qatar was-was. Komite Olimpiade Qatar (QAC) tak mau kalah & langsung melakukan manuver pada mempersiapkan proses bidding. Mereka menyatakan telah melakukan pembicaraan yang berkelanjutan bersama Persen Future Host IOC.

Pengalaman Qatar dalam menggelar kejuaraan olahraga utama tak perlu diragukan sedang. Setelah Piala Dunia Menyepak Bola Antarklub, negara Teluk Arab itu masih mempunyai sederet agenda besar yang lain di masa mendatang, serupa FIFA World Cup Qatar 2022, FINA World Aquatics Championships 2023 dan Asian Games 2030.

Selain Qatar, negara kerajaan Asia lainnya yang juga ikut-ikutan menyatakan kesiapannya mengikuti proses bidding adalah India.

Presiden Komisi Olimpiade India Narinder Batra pada Februari 2020 mengatakan akan terus melakukan perbincangan dengan IOC terkait jalan India menggelar Olimpiade 2032. Namun sejauh ini itu baru menyatakan minatnya dan belum ada langkah-langkah strategis yang telah dilakukan negeri setempat untuk mempersiapkan pencalonannya.

Baca juga: Qatar tentu berkomitmen jadi tuan panti Olimpiade 2032

Akan namun, Indonesia tetap harus waspada siapa tahu India diam-diam tengah melakukan rencana yang akan mengejutkan negara pesaing.

Sementara tersebut, respons berbeda disampaikan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menanggapi pemberitaan soal Brisbane, Australia yang telah dipilih IOC sebagai mitra pilihan untuk memulai pembicaraan terkait ketuanrumahan Olimpiade 2032.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengesahkan bahwa peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 masih terbuka lebar.

“Kami sudah menyambut surat dari IOC dengan isinya menjelaskan bahwa semua proses yang Indonesia kerjakan sudah diterima dengan jalan, bahkan statusnya ditingkatkan menjelma continuous dialogue (pembahasan dengan berkelanjutan), ” kata Okto.

“IOC dalam waktu dekat akan memindahkan orangnya ke Indonesia serta akan sama-sama bekerja secara kita untuk melakukan persiapan untuk bidding Olimpiade 2032, ” kata dia memasukkan.

Okto mengakui bahwa status continuous dialogue memang berada satu tangga di bawah Brisbane. Namun Indonesia masih punya cukup waktu untuk mengejar. Lagipula IOC pun belum menetapkan kota yang akan menjelma tuan rumah ataupun mengunjungi langsung setiap kota yang berminat mengikuti proses bidding.

Ancang-ancang Indonesia

Jauh sebelum akhirnya memiliki kesempatan berdialog dengan IOC, Indonesia pertama kali menyampaikan keinginannya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pada 1 September 2018 atau satu hari sebelum penutupan Asian Games 2018.

Namun itu baru sebatas lisan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Presiden IOC Thomas Bach yang pada saat itu sedang berkunjung ke Indonesia.

Negeri Indonesia pada 11 Februari menyurati IOC yang langsung direspons positif oleh Bach, terlebih setelah kesuksesan Indonesia dalam perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Untuk menegaskan keseriusannya, Presiden Joko Widodo pun langsung memerintahkan membentuk komite khusus ancang-ancang menghadapi proses bidding tuan rumah Olimpiade yang hendak digelar 11 tahun sedang itu.

Komite khusus yang terdiri tempat berbagai kementerian/lembaga serta para stakeholder itu akan bertanggung jawab mempersiapkan tetek bengek persiapan pencalonan Indonesia menjelma tuan rumah Olimpiade, tercatat menyusun rencana anggaran dan materi bidding.

Komite khusus ini hingga saat ini belum dibentuk, namun pembentukannya nanti bakal ditetapkan melalui surat kesimpulan (SK) presiden.

Demi memuluskan langkah tersebut, Komite Olimpiade Indonesia selalu sudah melakukan proses prabidding kepada IOC.

Baca pula: KOI tegaskan Indonesia sedang berpeluang jadi tuan rumah Olimpiade 2032

Pada 3 Februari lalu, KOI mengetengahkan kelayakan Jakarta sebagai pengikut tuan rumah Olimpiade 2032 kepada Komisi Future Host IOC— komisi yang bertanggung jawab untuk calon majikan rumah Olimpiade.

Dalam pertemuan virtual tersebut, Ketua Umum KOI Indra Sapta Oktohari memaparkan Jakarta layak menjadi tuan panti karena memiliki kawasan penyangga di sekitarnya yang sudah terbukti sebagai bagian istimewa kesuksesan Asian Games & Asian Para Games 2018.

Kehadiran venue Asian Games dan Asian Para Games 2018 menjelma nilai plus karena tersebut berarti Indonesia tak menetapkan banyak membangun area hangat untuk Olimpiade. KOI tetap dibanding negara lain, imbalan Indonesia akan lebih tepat dan efektif, mengingat keefisienan biaya menjadi syarat tetap dari IOC jika mau maju dalam pencalonan majikan rumah pesta empat tahunan itu.

Dalam presentasi prabidding tersebut, KOI menawarkan tiga pilar sari, yakni lingkungan, warisan, & teknologi sebagai fokus agenda penyelenggaraan.

KOI menjanjikan Olimpiade 2032 Indonesia yang mengusung tema “Gravity of Asia” akan menjelma gelaran dengan emisi nol karena akan memanfaatkan pertambahan teknologi, seperti pemakaian instrumen listrik untuk sistem pemindahan, baik publik maupun awak di Jakarta, yang dipercaya dapat menjadi warisan atau legacy dari penyelenggaraan Olimpiade.

Okto, nama akrabnya, menyebut pemaparannya itu berhasil meyakinkan IOC. Dia semakin yakin Indonesia punya peluang besar terpilih menjelma tuan rumah dan mencantumkan sejarah karena untuk prima kalinya Olimpiade diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia serupa tak tinggal diam melakukan berbagai upaya penguatan kiprah sebelum melakukan proses bidding.

Pada Oktober 2020, Menteri BUMN Erick Thohir menyambangi markas IOC di Swiss di sela perjalanan diplomatiknya demi menegaskan keseriusan Indonesia dalam bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Presiden Joko Widodo apalagi juga dijadwalkan menemui tepat Presiden Thomas Bach dalam Lausanne.

Rontok dari seberapa banyak sokongan yang diberikan pemerintah dan masyarakat, Indonesia dihadapkan pada tantangan berat untuk mendapat status tuan rumah Olimpiade karena para pesaing hadir dari negara-negara besar dan maju.

Perjalanan masih panjang. Namun apakah Indonesia mampu mengungguli negara2 seperti Australia, Korea Selatan-Korea Utara dan Qatar pada bidding nanti? Itu belum termasuk Jerman dan China yang juga sangat berminat menggelar pesta olahraga terakbar sejagad itu.

Baca serupa: KOI lanjutkan dialog bidding tuan rumah Olimpiade 2032 dengan IOC
Menyuarakan juga: Indonesia pede bertambah baik dari Brisbane maka tuan rumah Olimpiade 2032

Oleh Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021