erick-thohir-angkat-bicara-soal-rencana-ibu-kota-negara-1

Erick Thohir angkat bicara soal rencana ibu kota negeri

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara menerjang rencana Ibu Kota Negeri atau IKN dikaitkan dengan penambahan penduduk Indonesia yang terus terjadi.

“Saya salut kepada bapak Kepala Joko Widodo mengenai Pokok Kota Baru, Kenapa? Penggandaan jumlah penduduk Indonesia betul cepat.   50 juta penambahan penduduk di Nusantara mau ke mana? Suka ke Jakarta lagi? Bersetuju ke Bandung lagi ataupun kota besar lainnya? Tidak bisa! ” ujar Erick Thohir seperti dikutip pada wawancara di sosial media di Jakarta, Selasa.

Erick mengatakan, tersedia dua teori terkait upaya untuk mengatasi pertambahan total penduduk tersebut yang dikerjakan oleh dua negara berbeda.

Pertama, Amerika Serikat, bagaimana kota-kota mungil dan desa-desa di negeri itu ditumbuhkan ekonominya. Kampus Columbia University sendiri hidup di sebuah desa ataupun kota kecil, bukan di kota besar.

Sementara, China memiliki jalan lain yaitu membangun kota-kota baru di negaranya.

Menurut Erick, kedua cara ini adalah pilihan.

Lalu apakah Indonesia harus seperti China yang gencar membangun seluruh ibu kota baru & kota-kota baru? Indonesia belum tentu kuat dalam situasi anggarannya.

“Jadi pilihannya, tentu kita kudu menumbuhkan sebuah ibu kota baru, tetapi titik-titik kemajuan di desa-desa dan kota-kota kecil di wilayah yang lain harus ikut ditumbuhkan serupa supaya terjadi keseimbangan. Siap keseimbangan itu penting, ” kata Erick Thohir.

Ia juga menambahkan, saat ini rakyat Indonesia bertanya kepada generasi mudanya, sebagian besar dari itu belum tentu mau status di Jakarta.
Biasanya, hanya mau tinggal dalam Jakarta kalau ada jalan.

Terkait dengan transportasi kendaraan di kota-kota besar, Erick  juga menyampaikan contoh lainnya bahwa kota London sendiri sudah menetapkan bahwa kendaraan publik itu harus kendaraan listrik dalam 2027.

Jalan nantinya akan ada negara besar di mana mobilnya sudah nirkemudi atau autonomous, tidak pakai supir.

“Namun apakah karena hal itu kita tepat menyerah dan memilih tetap menggunakan kendaraan bensin, padahal ketersediaan bensin akan mendarat ke depannya. Perubahan ini harus terjadi, ” ujar Erick Thohir.

Baca juga: Kemenhub rancang sistem transportasi modern di ibu tanah air baru
Baca selalu: Menhub: Konektivitas penentu berkembangnya ibu kota baru
Baca juga: Menkeu: Anggaran IKN pada 2021 sejumlah Rp1, 7 triliun

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021