dpr-tekankan-target-rencana-tax-amnesty-jilid-ii-harus-tepat-1

DPR tekankan target rencana tax amnesty jilid II kudu tepat

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala DPR RI Rachmat Gobel menekankan agar rencana negeri untuk memberikan tax amnesty yang kedua ini kudu jelas tujuannya serta tumpuan sasarannya.

“Jangan sampai cuma memutihkan dana dalam luar negeri tapi bubar melakukan repatriasi. Harus tersedia kombinasi keduanya, ” sirih Rachmat dalam keterangannya dalam Jakarta, Sabtu.

Pemberian amnesti ini juga harus diberikan kepada pelaku ekonomi kecil sehingga tidak hanya fokus pada pengusaha ekonomi besar.

Menurutnya, pemberian tax amnesty jilid pertama pada kurang waktu lalu belum mampu menjaring uang milik pengusaha yang disimpan di asing negeri untuk bisa kembali ke Tanah Air.
Baca serupa: Menkeu rencanakan tax amnesty jilid II

Ia menjelaskan pemberian tax amnesty kepada pelaku ekonomi kecil bisa diberikan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian pemerintah sebab program seperti KUR banyak mengalami hambatan.

Hambatan tersebut lantaran petani, pedagang kecil, peternak, serta nelayan terkena OJK Checking atau yang dikenal jadi BI Checking.

Hal itu menyebabkan karakter ekonomi kecil ini patah pucuk mendapatkan kredit untuk mengembangkan usahanya di bidang pertanian, peternakan, perdagangan, dan beraneka macam usaha mikro, kecil, dan menengah lainnya.

Padahal sesuai visi Presiden Jokowi tentang membangun dibanding pinggiran dan dari daerah ditekankan prioritas untuk mengatur dan memihak ekonomi mungil serta ekonomi desa.

“Itu artinya distributor kecil, petani, nelayan, serta peternak, ” ujarnya.

Rachmat mengatakan sokongan pemerintah terhadap ekonomi mungil akan memiliki multiplier  effect karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Terlebih lagi, di zona pertanian dan peternakan menumpu ketahanan nasional dan pokok ekonomi nasional karena terkait dengan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.

“Namun dalam praktiknya ada hambatan tadi. Ini harus diselesaikan. Perlu terobosan, keberanian, dan pemihakan, ” perkataan Rachmat.
Baca juga: Indef terlanjur pemerintah optimalkan basis tax amnesty
Baca serupa: Pengusaha sebut tax amnesty jilid II timbulkan ketidakadilan

 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021