bpom-dorong-kemandirian-industri-obat-berbasis-sel-manusia-1

BPOM dorong kemandirian industri obat berbasis sel manusia

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

mewujudkan kemandirian pabrik farmasi dalam negeri

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Sasaran (BPOM) mensosialisasikan panduan perluasan dan pembuatan obat berbasis sel manusia dalam bentuk mendorong kemandirian industri farmasi dalam negeri.

“Kehadiran pedoman ini juga dimaksudkan mendukung kemandirian obat di Indonesia, khususnya obat berbasis sel manusia. Hal ini sejalan dengan penerapan Pedoman Presiden Nomor 6 Tarikh 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Metode Kesehatan, ” kata Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, & Zat Adiktif, Rita Endang, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat pagi.

Rita mengatakan obat hasil inovasi berbasis sel manusia semakin banyak diteliti dan mulai dimanfaatkan buat terapi pengobatan seiring dengan perkembangan teknologi kesehatan.

Misalnya sel pokok atau stem cell dengan sudah dimanfaatkan pada pengobatan patah tulang, penyumbatan dalam pembuluh darah jantung, dan cedera saraf perifer (stroke).

Dalam buram mengawal jaminan terhadap kadar, khasiat, dan keamanan obat berbasis sel manusia sebelum digunakan luas di asosiasi, Badan POM menggelar Sosialisasi Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Kaidah Penilaian Obat Berbasis Sel Manusia secara daring maupun langsung kepada masyarakat.

Menangkap juga: BPOM dukung stem cell dikomersilkan
Membaca juga: Terapi sel pokok pasien COVID-19 kritis, lahirkan asa baru

Rita mengutarakan Peraturan Badan POM Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian Obat berbasis Sel Manusia merupakan kecendekiaan yang disusun untuk mengangkat hilirisasi obat berbasis organ manusia sejak awal pengembangannya.

Pedoman dengan dimaksud mencakup panduan di dalam pengembangan, proses pembuatan tercatat kontrol mutu, serta pengembangan non-klinik dan klinik obat berbasis sel manusia dengan akan diproduksi massal, sampai penerbitan izin edar daripada Badan POM.

Badan POM berkomitmen biar Pedoman Penilaian obat berbasis sel manusia yang disusun menjadi panduan yang lengkap dan aplikatif, baik untuk pelaku usaha maupun bagi evaluator di Badan POM.

“Semoga mampu menjawab tantangan yang dihadapi dalam proses hilirisasi, dan dukungan yang diperlukan sebab Pemerintah dalam mewujudkan independensi industri farmasi dalam daerah, ” katanya.

Baca juga: Menristek sebut sel pokok berguna untuk terapi penderita COVID-19 berat
Menyuarakan juga: RSUD dr Moewardi mulai teliti sel pokok sebagai terapi pasien COVID-19

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021