airlangga-digitalisasi-olahraga-dan-prestasi-harus-beriringan-1

Airlangga: Digitalisasi olahraga dan prestasi harus beriringan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan transformasi digital industri olahraga dan pengembangan prestasi olahraga profesional harus tetap beriringan di zaman pandemi COVID-19.

“Digitalisasi juga perlu diiringi secara peningkatan prestasi olahraga terlatih. Pandemi ini diharapkan tidak menjadi penghalang untuk menurunkan intensitas latihan dan buat tetap berprestasi di medan nasional maupun internasional, ” kata Menko Airlangga dalam Webinar Studium General dengan tema “Pengembangan Ekonomi Digital Pada Sektor Industri Olahraga”, di Jakarta, Selasa.

Menko Airlangga mengantarkan bahwa pengembangan ekonomi digital pada sektor industri olahraga nasional tentunya tak jatuh dari prestasi olahraga dan pencapaian atlet Indonesia jadi diharapkan kecintaan terhadap atlet dan tim nasional bisa terus terbangun.

“Diperlukan kolaborasi lintas stakeholders dan komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang kondusif serta karir olahraga yang berprestasi sebagai enabler bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus mengharumkan tanda bangsa, ” ujar Airlangga.

Baca juga: Erick Thohir: Kompetisi IBL gambaran lulus industri olahraga

Airlangga mengantarkan bahwa pandemi COVID-19 semenjak tahun 2020 telah menekan seluruh industri secara ijmal, termasuk sektor industri olahraga. Sumber utama pemasukan bisnis industri olahraga global dengan mendapat tekanan diantaranya broadcasting atau hak siar, commercial ( sponsorship , periklanan) dan matchday revenue (penjualan tiket dan pendukungnya).

Pendapatan industri olahraga global diproyeksikan 73, 7 miliar dolar GANDAR di tahun 2020 ataupun hanya 54 persen daripada target pra COVID-19 sejumlah 135, 3 miliar dolar AS. Penurunan pendapatan tersebut, jelas Airlangga, terjadi sesuai pada penundaan Olimpiade Tokyo ke Juli 2021 dengan berpotensi merugikan Kota Tokyo hingga 597 Miliar Yen, serta penundaan penyelenggaraan Beker Eropa 2020 yang perdana akan diselenggarakan pada agenda 11 Juni 2021.

Kemudian pada rata-rata 2020 industri olahraga ahli mulai pulih, diantaranya ditandai dengan penyiaran kembali liga sepakbola dunia di TV. Olimpiade Jepang diputuskan langgeng akan digelar mulai agenda 23 Juli 2021, demikian pula dengan Piala Eropa 2020 pada 11 Juni 2021.

Baca juga: “Olahraga dan Teknologi” berdayakan pengembangan industri olahraga berkualitas mulia

Begitu juga dengan Federasi Profesional seperti NBA serta UEFA Champions League tentu menyelenggarakan musim dengan menerapkan konsep bubble format untuk membuat lingkungan pertandingan dengan 100 persen aman daripada COVID-19 yang diakui & ditiru dunia.

“Di awal pandemi terdapat peningkatan konsumsi media karena kebijakan untuk tetap berharta di rumah. Ketiadaan kesibukan live match membuat gaya tarik TV menurun, jadi industri olahraga yang memiliki layanan digital streaming service mengalami lonjakan pelanggan sebab jadwalnya yang fleksibel, ” tutur Airlangga.

Begitu juga dengan perusahaan pakaian olahraga mengalami kemerosotan pendapatan 29 persen dalam semester I 2020 dibandingkan 2019. Sementara itu, pangsa penjualan online mengalami peningkatan selama pandemi. Aplikasi fitness online, alat olahraga individu seperti sepeda dan peralatan lari, serta e-sport turut mengalami peningkatan intensitas penggunaan yang signifikan.

Airlangga menegaskan industri olahraga nasional harus dengan cepat menyesuaikan kondisi tersebut sebab Indonesia mempunyai potensi ekonomi digital yang sangat gede. Total pengguna konsumen perdana ekonomi digital meningkat 37 persen selama pandemi dan tetap akan akan menunggangi ekonomi digital setelah COVID-19. Ekonomi digital juga diprediksikan akan menyumbang 130-150 miliar dolar AS dalam kemajuan PDB Indonesia pada tahun 2025.

Pada sisi lain, bagi pabrik perlengkapan olahraga nasional, pertama UMKM, pemanfaatan e-commerce berpotensi meningkatkan penjualan secara istimewa. Pemerintah mempunyai Gernas BBI yang telah membuat 11, 7 Juta UMKM on boarding dan ditargetkan 30 juta UMKM on boarding pada akhir 2023.

“Pemerintah akan tetap memberikan dukungan dalam perluasan ekonomi digital melalui pendirian infrastruktur digital. Pemerintah akan terus melakukan perluasan provinsi 4G, pengembangan 5G, peluncuran satelit multifungsi SATRIA, beserta pembangunan pusat data nasional, ” ujar Airlangga.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Sifat Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021