Airlangga: 12 kab/kota dengan 1000 urusan aktif COVID-19 diawasi ketat

Airlangga: 12 kab/kota dengan 1000 urusan aktif COVID-19 diawasi ketat

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto membenarkan penanganan dan pengawasan kebijakan pengoperasian COVID-19 yang jauh lebih ketat terhadap 12 kabupaten dan kota dengan kasus aktif COVID-19 meninggalkan 1. 000 orang.

Airlangga, dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Senin, mengatakan penerapan aturan kesehatan pencegahan penularan COVID-19 mau lebih ketat di 12 wilayah itu, dan penanganan bagi anak obat COVID-19, baik itu pasien minus gejala, kategori ringan, sedang, serta berat akan ditingkatkan.

Baca juga: Pemerintah siapkan vaksin untuk tenaga medis hingga masyarakat miskin

“Pengawasan yang lebih detail, lebih mikro di 12 kabupaten/kota, lebih diperhatikan, karena memiliki kasus aktif lebih dari 1. 000 kasus, ” kata Airlangga.

Pemerintah mengklarifikasi kalau 12 kabupaten dan kota yang kini menjadi prioritas penanganan COVID-19 adalah Jakarta Timur, Jakarta Daksina, Kota Pekanbaru, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Kota Padang, Kota Jayapura, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Jakarta Utara, dan Praja Ambon.

Ke-12 kawasan itu menjadi wilayah prioritas pada penanganan COVID-19 karena memiliki lebih dari 1000 kasus aktif COVID-19 dan menyumbang 30 persen kasus aktif COVID-19 secara nasional.

“Satgas Penanganan COVID-19 hendak menambahkan terutama pengetatan protokol dan monitoring bukti termasuk kaitan dengan ketersediaan pembelaan, baik yang ringan, sedang, maupun (perawatan) di ICU, ” ujar Airlangga.

Airlangga serupa memastikan pengawasan lebih ketat pada delapan provinsi dan tiga provinsi tambahan yang menjadi prioritas dengan meningkatkan kapasitas tes, pelacakan serta perawatan pasien.

Menurut data terakhir dari Satgas Pengerjaan COVID-19, awalnya pemerintah menetapkan delapan provinsi prioritas penanganan COVID-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Daksina, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, serta Papua. Kemudian, Satgas COVID-19 menaikkan dua provinsi prioritas, yakni Bali dan Aceh.

Dengan umum, dari data nasional, cakap Airlangga, penanganan COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Persentase kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia per 11 Oktober 2020 mencapai 76, 48 persen, atau lebih bagus dari rata-rata angka kesembuhan negeri sebesar 75, 03 persen.

Baca selalu: MRT Jakarta pastikan petugas serta penumpang jalankan 3M

Baca juga: Sri Mulyani: Kerugian dunia akibat COVID capai 15 triliun dolar GANDAR

Kemudian tingkat maut pasien COVID-19 di Indonesia sejumlah 3, 55 persen atau menyusut dibandingkan dua pekan lalu yang mencapai 3, 77 persen. Namun, angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 2, 88 persen.

Sedangkan kasus rajin COVID-19 di Indonesia juga menurun menjadi 19, 97 persen sebab sebelumnya 22, 46 persen. Level kasus aktif COVID-19 saat itu juga lebih rendah dari sama kasus aktif COVID-19 dunia dengan mencapai 22, 1 persen.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020